Langsung ke konten utama
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

Genitnya Islam di Indonesia

Layaknya seorang remaja, Islam di negara kita dipenuhi dengan segala asesoris. Wajah yang sedikit jerawatan dan berlubang ditutupi dengan make up tebal, bibir dipoles dengan gincu merah tebal, dan, tak lupa, kalau diberitahu mana yang baik dan mana yang kurang baik maka segala argumen pembenaran akan keluar sesuai dengan "pandangan dunia"-nya.
Ketika sebuah masjid berdiri megah di Rt saya, para tokoh masyarakat berkata, "sekarang kita nggak perlu numpang sholat ke masjid Rt sebelah" Dan inilah yang terjadi, masing-masing Rt dan kelurahan berlomba membuat Masjid. Kita bukannya berfikir bagaimana memanfaatkan masjid yang sudah ada, tapi mengerahkan semua potensi dana ummat (yang terbatas itu) untuk membangun sebuah masjid baru.


Ironisnya, di saat banyak remaja masjid yang menyetop mobil-mobil sambil menyorongkan kotak amal, ditingkahi dengan pengeras suara yang mengalunkan ayat suci yg mengajak untuk bersedekah, kita malah membangun sebuah masjid nun jauh di sana; tepatnya, di Bosnia. Kita namakan masjid itu masjid Haji Muhammad Soeharto.
Konon, masjid itu merupakan simbol bagaimana kita bersimpati terhadap nasib umat islam di Bosnia.Konon pula, masjid itu merupakan simbol bagaimana dekatnya pak Harto dengan umat islam baik di Indonesia maupun di Bosnia.

**
Banyak pesantren yang mengajarkan santrinya untuk hafal al-Qur'an. Di tingkat perguruan tinggi ada dua lembaga yang khusus untuk menghafal al-Qur'an di Jakarta, satu untuk wanita (IIQ-Jakarta) dan satunya lagi khusus pria (ISIQ-Jakarta). Saya bersaksi bahwa pesantren dan perguruan tinggi itu membutuhkan banyak perhatian dari kita semua agar kelangsungannya terus berjalan. Bukankah dengan menghafal al-Qur'an, mereka telah melestarikan ayat-ayat suci itu. Sungguh luar biasa, di tengah dunia yang semakin kompetitif ini, mereka masih mau menghafal al-Qur'an.

Ironisnya, pemerintah malah membangun Bayt al-Qur'an. Pak Menteri Agama dengan bangga mengatakan bahwa Bayt al-Qur'an di Taman Mini itu tidak sepeserpun meminta dana pada pihak luar negeri. Kemegahan Bayt al-Qur'an Indonesia nomor dua di dunia! Apa isi Bayt al-Qur'an? ternyata hanyalah sebagai museum al-Qur'an. Artinya, naskah klasik al-Qur'an ditempatkan di sana.
Pertanyaannya, tidakkah cukup membangun Bayt al-Qur'an dengan sederhana dan tidak perlu ambisius menjadi yang nomor dua di dunia! Sisa dana (yang katanya murni dari bangsa sendiri bukan minta-minta ke luar negeri) itu sebaiknya justru dialirkan kepada pesantren dan perguruan tinggi yang khusus untuk menghafal al-Qur'an.

Dari Bayt al-Qur'an, al-Qur'an dilestarikan dalam bentuk benda mati. Ini baik daripada tidak ada sama sekali. Namun, dari pesantren dan perguruan tinggi khusus menghafal al-Qur'an, al-Qur'an akan dilestarikan oleh benda hidup; yaitu santri dan mahasiswanya. Di lembaga-lembaga itu, al-Qur'an bukan cuma dihafal, namun dipelajari seluk beluknya, qiraatnya, kandungannya dan gaya bahasanya. Di Bayt al-Qur'an, al-Qur'an "cuma" dipajang dan dipamerkan!
**
Di tengah kesulitan akibat krisis moneter, lagi-lagi kita bersolek dan menutupi lubang-lubang diwajah kita. Kita selenggarakan takbir akbar di monas dengan biaya 1,5 miliar. Seperti biasa, kita terharu melihat pak Harto bertakbir! Saya justru menangis melihat betapa mubazirnya acara itu. Kalau pak Harto memang mau bertakbir...silahkanlah bertakbir (sebagai muslim dia dianjurkan melakukannya). Tapi, perlukah disediakan forum khusus untuk itu dengan biaya gila-gila-an.

Pak Probosutedjo mengatakan bahwa uang 1,5 miliar itu tak akan dibagi rata kalau diberikan ke fakir miskin sehinggga bisa menimbulkan iri; jadi mendingan dibikin takbir akbar aja! Pak Probo rupanya lupa bahwa dibalik "argumen" itu ia pun menyadari sebenarnya masih banyak kaum miskin di negara kita; saking banyaknya bahkan 1,5 miliar pun tak cukup membantu fakir miskin itu. Jadi, bukannya mencari tambahan agar bisa cukup membantu fakir miskin yg banyak itu, kita malah "membelanjakan" modal 1,5 miliar itu. Jadi, fakir miskin akhirnya tak mendapat sama sekali uang 1,5 miliar itu!

Saya nggak ngerti politik-politikan. Namun nurani saya mengatakan bahwa islam di negara kita masih sebatas asesoris dan simbol belaka. Ingin rasanya saya panjat tiang langit dan saya adukan hal ini langsung kehadapan Allah swt. Saya percaya, ibarat kaum remaja, tak semuanya lebih mementingkan asesoris dan simbol. Ada juga umat islam yang lebih suka melihat esensi dalam ber-islam. Sayang, mereka belum masuk ke panggung kekuasaan....sehingga mereka tak terlihat.
Ingin rasanya saya panjat tiang langit dan berdo'a langsung dihadapan Allah swt memohon agar umat islam di Indonesia cepat dewasa dan meninggalkan segala make up dan gincu ini.

Duh Gusti....ampuni aku!

Komentar

Unknown mengatakan…
Memang uamt muslim di Indonesia hanya mengamalkan ibadah mahdoh saja tapi untuk kehidupan sehari-harinya tidak mengikuti syariah Islam.
oiya pasang widget infogue.com. Bisa nambah pengunjung lho.kayak diblog gue.
http://agama.infogue.com/genitnya_islam_di_indonesia
Anonim mengatakan…
betul tawwa yang nabilang i2 cewe' di atas...btw gi mana caranya biar ada cewe' yang komentari "anu ta" di'...maksudnya blogta??
PUTRA PALOPO mengatakan…
yang nulis genit gk yach...!!!!

Postingan populer dari blog ini

“TAARUF FOREVER” (Part 1)

( dikutip dari buku “taaruf forever” M. Shodiq Mustika & Krisnina Rihardini ) Pernah mengalami hang atau crowded saat berbincang dengan lawan jenis??!! Karena apa yang kau sampaikan gak nyampung ke dia; pengennya gini eh di nanggepi kayak gitu.. maksud hati pengen ngebantuin nyelesein masalah eh malah dapat muka masam dan ditinggal pergi… walah gimana yaa?? Sebenarnya, kesulitan-kesulitan tersebut muncul karena laki-laki ama perempuan; pria dan wanita; cowok and cewek punya cara pandang (bingkai persepsi), pola pikir, dan ekspresi yang BEDA. Udah Beda Sejak “Pandangan Pertama” “Anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.” (QS Ali Imran [3]:36) Guys… taaruf atau proses kenal-mengenal antara cewek dan cowok, sudah pasti melalui tahap demi tahap. Tahap-tahap ini memang sengaja dijalanin agar masing-masing bias mengenal kepribadian si lawan jenis in detail . Mustahil dong, sekali liat kita langsung tau watak si doi, cita-citanya, gambaran rumah tangga idamannya,...

Shalat Gudang Obat Dari Berbagai Jenis Pnyakit

Shalat ternyata tidak hanya menjadi amalan utama di akhirat nanti, tetapi gerakan-gerakan shalat paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Bahkan dari sudut medis, shalat adalah gudang obat dari berbagai jenis pnyakit. Allah, Sang Maha Pencipta, tahu persis apa yang sangat dibutuhkan oleh ciptaanNya, khususnya manusia. Semua perintahNya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi juga mempunyai manfaat besar bagi tubuh manusia itu sendiri. Misalnya, puasa, perintah Allah di rukun Islam ketiga ini sangat diakui manfaatnya oleh para medis dan ilmuwan dunia barat. Mereka pun serta merta ikut berpuasa untuk kesehatan diri dan pasien mereka. Begitu pula dengan shalat. Ibadah shalat merupakan ibadah yang paling tepat untuk metabolisme dan tekstur tubuh manusia. Gerakan-gerakan di dalam shalat pun mempunyai manfaat masing-masing. Misalnya: Takbiratul Ihram: Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar tlinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini bermanf...

DEFINISI ‘AQIDAH

Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas ‘Aqidah menurut bahasa berasal dari kata al-‘Aqdu yang berarti ikatan, at-Tautsiqu yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-Ihkamu artinya mengokohkan/ menetapkan, dan ar-rabthu biquwwah yang berarti mengikat dengan kuat.[1] Sedangkan menurut istilah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya. Jadi, ‘Aqidah Islamiyah adalah: Keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid [2] dan ta’at kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari akhir, taqdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang sudah shahih tentang Prinsip-Prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (kon-sensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut al-Q...